Reuni Akbar HASANAT ke-05 Warnai Daurah Syar’iyyah ke-25, Jadi Momentum Silaturahmi Alumni dan Apresiasi Kontribusi di Masyarakat
Dalam rangkaian Reuni Akbar HASANAT ke-05 Ma’had Aly Al-Irsyad dan STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, para alumni juga mendapatkan sejumlah nasihat dari para pimpinan dan Senat STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. Pesan-pesan tersebut menjadi pengingat bagi para alumni untuk terus menjaga hubungan dengan Allah, memperbaiki diri, serta memberikan kontribusi terbaik di tengah masyarakat.

Salah satunya disampaikan oleh Ustadz Salim Ali Ghonim. Beliau memberikan sejumlah pesan penting yang perlu senantiasa dijaga oleh para alumni dalam menjalani kehidupan dan menjalankan peran di masyarakat.
Di antara pesan tersebut adalah agar seorang muslim senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dan menyandarkan segala urusannya hanya kepada Allah Ta’ala. Ketergantungan kepada Allah menjadi fondasi penting agar seseorang tidak mudah merasa cukup dengan kemampuan dirinya sendiri.
Beliau juga mengingatkan pentingnya memiliki rasa takut terhadap dosa, maksiat, dan kezaliman. Para alumni yang nantinya memiliki peran dan tanggung jawab di tengah masyarakat, termasuk ketika mendapatkan amanah sebagai pemangku kebijakan, hendaknya tidak menjadikan kekuasaan sebagai sarana untuk berbuat zalim.
Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi para alumni bahwa semakin besar amanah yang diterima, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan harus menjadi bekal untuk menjalankan amanah dengan adil dan penuh ketakwaan.

Nasihat berikutnya disampaikan oleh Ustadz Mubarok Bamuallim, Lc., M.H.I. Beliau mendorong para alumni agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan dakwah. Perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan justru menjadi awal untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat.
Para alumni juga didorong untuk terus berkarya, salah satunya dengan menghasilkan karya-karya tulis yang dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kontribusi intelektual bagi umat. Menurut beliau, ilmu yang telah dipelajari perlu dituangkan dalam berbagai bentuk karya sehingga dapat dibaca, dipelajari, dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain itu, Ustadz Mubarok menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dalam setiap aktivitas. Karya, dakwah, pendidikan, maupun pengabdian kepada masyarakat hendaknya tidak semata-mata berorientasi pada pengakuan manusia, tetapi dilandasi niat yang benar karena Allah Ta’ala.
Berbagai nasihat tersebut menjadi bagian penting dalam Reuni Akbar HASANAT ke-05. Para alumni tidak hanya dipertemukan kembali dalam suasana silaturahmi, tetapi juga diingatkan untuk terus membawa nilai-nilai pendidikan yang telah diperoleh ke tengah masyarakat.
Melalui pesan para senat dan pimpinan, reuni ini menjadi momentum untuk menguatkan kembali semangat para alumni agar tetap dekat dengan Allah, menjauhi kezaliman, tidak mudah menyerah, terus berkarya, dan senantiasa menjaga keikhlasan dalam setiap peran yang dijalankan.


Kegiatan reuni tersebut mempertemukan para alumni dari berbagai angkatan dalam suasana penuh keakraban dan silaturahmi. Sejumlah alumni turut hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Ustadz Muhammad Abu Salma, Ustadz Abul Aswad Al-Bayaty, B.A., Ustadz Muharar dari Lombok, Dr. Haris Hermawan, B.A., M.E., serta Dr. Fadlan Fahamsyah, Lc., M.H.I. dan masih banyak lagi alumni lainnya yang hadir.
Dengan demikian, keberadaan alumni dengan jumlah di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi representasi dari lembaga tempat mereka menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi pribadi-pribadi yang mampu memberikan manfaat dan menghadirkan kebaikan di berbagai bidang kehidupan.






























