Batu, Malang — Setelah berlangsung selama lima hari, Daurah Syar’iyyah ke-25 yang diselenggarakan oleh STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya resmi berakhir pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Malang, sejak Senin (13/7/2026) tersebut menjadi momentum penting dalam mempertemukan ulama, akademisi, alumni, lembaga pendidikan Islam, serta para mitra kerja sama dari berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara.
Selama pelaksanaan, sekitar 500 peserta mengikuti rangkaian seminar dan kajian bersama dua ulama asal Yordania, yaitu Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman dan Syaikh Abdurrahman bin Musa Alu Nashr. Peserta dan tamu undangan hadir dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, serta sejumlah undangan dari luar negeri, termasuk Rusia.

Rangkaian kajian selama lima hari mengangkat berbagai pembahasan keislaman, mulai dari akidah, iman, Islam dan ihsan, hadis, hingga pembahasan ushul fikih, khususnya mengenai lafaz-lafaz yang menunjukkan makna umum dalam Al-Qur’an dan hadis. Materi disampaikan secara bertahap sehingga peserta memperoleh pembahasan yang mendalam sekaligus terarah.
Salah satu fokus utama kajian Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman adalah pentingnya memahami dalil dari Al-Qur’an dan hadis secara tepat. Peserta juga mendapatkan pembahasan mengenai kaidah-kaidah dalam memahami lafaz umum (ṣīghat al-‘umūm), termasuk penggunaan kullu, jamī‘, isim maushul, isim syarat, serta bentuk-bentuk lafaz lainnya yang memiliki makna umum dalam kajian ushul fikih.
Sementara itu, pembahasan hadis turut memberikan penguatan terhadap pemahaman dasar-dasar agama. Di antaranya pembahasan mengenai hakikat iman, keutamaan iman, tanda-tanda manisnya iman, serta Hadis Jibril yang merangkum tiga tingkatan agama, yaitu Islam, iman, dan ihsan. Para peserta juga diajak memahami pentingnya mengintegrasikan ilmu dengan amal serta membangun kualitas ibadah berdasarkan ilmu yang benar.
Penutupan: Meneguhkan Semangat Menuntut Ilmu
Pada sesi penutupan yang berlangsung Jumat (17/7/2026) pukul 09.30 WIB, Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman menyampaikan pesan kepada para peserta agar ilmu yang telah dipelajari selama daurah tidak berhenti pada ruang seminar, tetapi dilanjutkan dengan pengamalan dan penyebaran manfaatnya di tengah masyarakat.
Beliau menekankan pentingnya menolong agama Allah melalui ilmu, dengan belajar, mengamalkan, dan mengajarkan ilmu kepada orang lain. Penuntut ilmu juga diingatkan untuk memahami ilmu-ilmu yang menjadi kewajiban setiap muslim, terutama yang berkaitan dengan akidah, ibadah, dan akhlak.
Syaikh Masyhur juga mengingatkan agar para penuntut ilmu memulai pembelajaran dari perkara-perkara pokok dan dasar sebelum memasuki berbagai persoalan cabang. Penguasaan terhadap dasar-dasar ilmu menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai persoalan baru dan perkembangan masalah keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam penutupan tersebut, beliau juga memberikan perhatian terhadap pentingnya memahami berbagai persoalan kontemporer. Berbagai persoalan baru akan terus muncul seiring perkembangan zaman, sehingga seorang penuntut ilmu perlu memiliki fondasi keilmuan yang kuat agar mampu memahami dan menyikapinya dengan tepat.
Pesan senada disampaikan Syaikh Abdurrahman bin Musa Alu Nashr. Beliau memberikan motivasi kepada para peserta agar senantiasa bersungguh-sungguh dan bersabar dalam menuntut ilmu. Menurutnya, ilmu tidak dapat diperoleh secara instan, tetapi membutuhkan kesabaran, ketekunan, waktu, dan keistiqamahan.
Beliau juga mendorong para penuntut ilmu untuk menikmati proses belajar. Kecintaan terhadap ilmu dan kenikmatan dalam menghadiri majelis ilmu menjadi salah satu bekal agar seseorang mampu terus belajar dan istiqamah dalam perjalanan keilmuannya.

Lima Hari yang Mempertemukan Ilmu dan Silaturahmi
Daurah Syar’iyyah ke-25 menjadi lebih dari sekadar rangkaian seminar. Kehadiran sekitar 500 peserta, alumni, perwakilan 71 lembaga mitra kerja sama, berbagai lembaga lainnya, serta tokoh-tokoh dari berbagai daerah menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat hubungan antarlembaga.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Ali Musri, Lc., M.A., Rektor Institut Imam Syafi’i Pekanbaru, Dr. Arifin Badri, Lc., M.A., Ketua STDI Imam Syafi’i Jember, para petinggi Yayasan Ali bin Abi Thalib Surabaya, serta Dewan Suro Perhimpunan Al-Irsyad.
Jangkauan peserta yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia hingga tamu dari luar negeri juga menjadikan Daurah Syar’iyyah ke-25 sebagai kegiatan yang memiliki nuansa internasional. Dalam penyelenggaraannya, STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya turut menggandeng Al Iman TV dan Fatwa TV sebagai media partner.

Setelah lima hari berlangsung, Daurah Syar’iyyah ke-25 resmi ditutup dengan membawa pesan utama bagi seluruh peserta: ilmu harus dipelajari dengan ikhlas, dimulai dari perkara yang paling mendasar, dipelajari dengan kesabaran dan ketekunan, kemudian diamalkan dan diajarkan kepada masyarakat.
Bagi STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, berakhirnya Daurah Syar’iyyah ke-25 bukan menjadi akhir dari proses, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan dalam menghadirkan majelis ilmu, memperkuat silaturahmi, serta membangun sinergi pendidikan dan dakwah bersama berbagai lembaga di tingkat nasional maupun internasional.


