Awali Semester Gasal 2026, Pembekalan Mahasiswa dengan Nasihat dan Arahan Menuntut Ilmu
Surabaya – Memasuki semester gasal tahun akademik 2026, STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya memberikan nasihat dan arahan kepada para mahasiswa sebagai bekal dalam menjalani perjalanan perkuliahan di semester yang baru. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali meluruskan niat, memperkuat semangat menuntut ilmu, serta mengingatkan mahasiswa akan adab dan tujuan utama mereka menempuh pendidikan di STAI Ali.
Nasihat pertama disampaikan oleh Dewan Senat STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, Ustadz Salim bin Ghanim. Beliau mengingatkan mahasiswa tentang pentingnya keutamaan belajar dan mengajarkan ilmu. Menurutnya, proses pendidikan yang dijalani mahasiswa tidak berhenti pada memperoleh pengetahuan untuk diri sendiri, tetapi diharapkan menjadi bekal untuk mengajarkan kebaikan kepada masyarakat.
“Kelak kalian akan menjadi seorang da’i dan guru yang mengajarkan kebaikan,” pesan beliau kepada para mahasiswa.

Karena itu, Ustadz Salim menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dalam setiap proses belajar. Setiap langkah dalam menuntut ilmu hendaknya senantiasa diniatkan karena Allah Ta’ala, sehingga seorang mahasiswa tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga mengharapkan pertolongan dan keberkahan dari Allah Ta’ala.
Beliau juga mengajak mahasiswa untuk merenungkan kembali tiga pertanyaan mendasar dalam menuntut ilmu: mengapa kita harus belajar, apa yang harus kita pelajari, dan bagaimana cara kita mempelajarinya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi landasan penting agar proses pendidikan tidak sekadar menjadi rutinitas perkuliahan, tetapi benar-benar menjadi perjalanan untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat.
Arahan berikutnya disampaikan oleh Ustadz Askar Wardhana Windro Saputro, S.T.P., Lc., M.Pd. Beliau mengingatkan bahwa memasuki semester baru berarti mahasiswa kembali memulai perjalanan panjang dalam menuntut ilmu. Untuk itu, mahasiswa tidak cukup hanya menerima materi baru, tetapi juga perlu senantiasa mengulang ilmu yang telah dipelajari.
Menurut beliau, pengulangan merupakan bagian penting dalam menjaga dan menguatkan ilmu. Apa yang telah dipelajari perlu terus dibaca, dikaji, diingat, dan dipraktikkan agar ilmu tersebut tidak mudah hilang dan dapat memberikan manfaat dalam kehidupan.

Selain itu, beliau memberikan penekanan khusus terhadap adab dalam menuntut ilmu. Mahasiswa diingatkan agar senantiasa memiliki akhlak dan adab yang baik, khususnya kepada para guru dan orang-orang yang menjadi sebab sampainya ilmu.
Adab menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Sebelum seseorang memperoleh dan menguasai ilmu, ia perlu membekali dirinya dengan sikap yang baik dalam menuntutnya. Dengan adab yang benar, ilmu diharapkan tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga memberikan keberkahan dan membentuk karakter seorang penuntut ilmu.
Sementara itu, nasihat ketiga disampaikan oleh Syaikh Amin As-Sudany dalam bahasa Arab. Beliau mengajak para mahasiswa untuk kembali memahami tujuan keberadaan mereka di kampus.
Beliau mengingatkan agar setiap mahasiswa bertanya kepada dirinya sendiri: Mengapa saya datang ke sini? Untuk apa saya berada di kampus ini? Apa tujuan dan niat saya dalam menuntut ilmu?
Pertanyaan tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan mahasiswa di STAI Ali bukan sekadar untuk memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, mereka datang untuk mempelajari ilmu agama, khususnya ilmu yang sesuai dengan pemahaman Ahlus Sunnah dan manhaj yang lurus.
Syaikh Amin As-Sudany Dosen Native Speaker juga menekankan bahwa perjalanan menuntut ilmu merupakan jalan yang memiliki keutamaan besar. Dengan niat yang benar dan kesungguhan dalam belajar, khususnya dalam mempelajari bahasa Arab sebagai salah satu kunci untuk memahami khazanah keislaman, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh ganjaran terbaik dari Allah Ta’ala.

Rangkaian nasihat tersebut menjadi pengingat bagi seluruh mahasiswa STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya bahwa semester baru bukan hanya tentang dimulainya perkuliahan dan bertambahnya materi akademik. Lebih dari itu, semester baru merupakan kesempatan untuk memperbarui niat, meningkatkan kesungguhan, memperkuat adab, mengulang ilmu, dan kembali meneguhkan tujuan dalam menuntut ilmu.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalani proses perkuliahan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan, sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi bekal akademik, tetapi juga menjadi ilmu yang bermanfaat dan dapat memberikan kontribusi kebaikan bagi umat dan masyarakat.





































