Daurah Syar’iyyah ke-25 STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya Resmi Dibuka, Hadirkan Ulama Yordania dan Peserta dari Berbagai Negara
Batu, Malang — STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya resmi membuka Daurah Syar’iyyah ke-25 pada Senin (13/7/2026) di Hotel Kusuma Agro, Kota Batu, Malang. Agenda ilmiah tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, dengan menghadirkan sekitar 450 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Pembukaan yang berlangsung pada pukul 16.30 WIB tersebut dihadiri oleh para tokoh pendidikan dan dakwah Islam, pimpinan lembaga mitra, alumni STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, serta para peserta undangan. Hadir pula sejumlah tokoh dari berbagai daerah, di antaranya Rektor Institut Imam Syafi’i Pekanbaru, Dr. Ali Musri, Lc., M.A., Ketua STDI Imam Syafi’i Jember, Dr. Arifin Badri, Lc., M.A., jajaran pimpinan Yayasan Ali bin Abi Thalib Surabaya, serta Dewan Suro Perhimpunan Al-Irsyad dan Tamu besar lainnya.

Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari 71 lembaga mitra kerja sama STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, ditambah sejumlah lembaga lain yang belum memiliki kerja sama kelembagaan. Para tamu dan peserta datang dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Bahkan, beberapa tamu undangan berasal dari Rusia, sehingga pelaksanaan Daurah Syar’iyyah ke-25 ini memiliki cakupan internasional.
Dalam pembukaan tersebut, Senat STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, yang disampaikan oleh Ustadz Mubarok Bamuallim, turut memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada para pemateri, tamu undangan, serta seluruh pihak yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.
Ustadz Mubarok juga mengingatkan tentang keutamaan menghadiri majelis ilmu. Beliau menyampaikan sabda Rasulullah ﷺ:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Daurah Syar’iyyah bukan sekadar agenda pertemuan dan seminar, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar untuk menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Sambutan Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman
Dalam kesempatan yang sama, Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman, ulama asal Yordania yang dikenal sebagai salah satu murid senior Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah, turut menyampaikan sambutan sekaligus materi pembuka.
Beliau mengangkat tema tentang amanah dalam Islam dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman mengingatkan bahwa amanah merupakan perkara besar yang harus dipahami dan ditunaikan oleh setiap manusia.
Beliau mengutip firman Allah Ta’ala dalam QS. Al-Ahzab ayat 72–73 tentang amanah yang ditawarkan kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, namun semuanya enggan memikulnya karena khawatir tidak mampu menunaikannya. Amanah tersebut kemudian dipikul oleh manusia.
Dari ayat tersebut, beliau menjelaskan dua sifat manusia yang disebutkan dalam ayat, yaitu zalim dan jahil. Manusia dapat melakukan kezaliman, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain, sementara kebodohan dapat menjadi sebab seseorang tidak mampu menjalankan amanah dengan benar.
Syaikh Masyhur juga menjelaskan bahwa manusia dalam menyikapi amanah terbagi menjadi tiga golongan. Pertama, orang yang mengingkari amanah secara batin, yang digambarkan sebagai golongan munafik. Kedua, orang yang menolak amanah secara lahir dan batin, yang termasuk dalam golongan orang musyrik. Ketiga, orang yang menerima amanah secara lahir maupun batin, yaitu orang-orang yang beriman.
Selain membahas amanah, beliau juga memberikan penjelasan mengenai makna syahadatain. Kalimat Laa ilaaha illallah bermakna bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Sementara Muhammadur Rasulullah bermakna bahwa tidak ada yang berhak diikuti ajarannya selain Rasulullah ﷺ.

Menuntut Ilmu dengan Ilmu dan Ketaatan
Pemateri berikutnya, Syaikh Abdurrahman bin Musa Alu Nashr, dalam sambutannya menekankan kedudukan ilmu dalam kehidupan seorang muslim. Beliau menjelaskan bahwa ilmu Islam merupakan ibadah, kemuliaan, dan nikmat yang agung.
Karena itu, seorang muslim hendaknya senantiasa beribadah dengan ilmu dan berada di atas ilmu. Ilmu tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi harus melahirkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Syaikh Abdurrahman Alu Nashr juga mengingatkan pentingnya menaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Beliau mengutip firman Allah Ta’ala:
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا
“Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
Beliau juga menyampaikan keutamaan para penuntut ilmu dengan mengutip sabda Rasulullah ﷺ:
مَنْ يُرِدِ اللهُ به خَيْرًا يُفَقِّهْه في الدِّينِ
“Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan membuatnya paham tentang agamanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Salah satu pesan penting lainnya adalah ajakan untuk memperbaiki hubungan dan interaksi dengan Al-Qur’an. Menurut beliau, kedekatan seorang muslim dengan Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam perjalanan menuntut ilmu dan memperbaiki kehidupan beragama.

Memperkuat Silaturahmi dan Jejaring Kelembagaan
Daurah Syar’iyyah ke-25 tidak hanya menjadi forum keilmuan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya dengan para alumni, lembaga pendidikan Islam, organisasi, dan mitra kerja sama dari berbagai daerah.
Dalam penyelenggaraan kali ini, STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya juga menggandeng Al Iman TV dan Fatwa TV sebagai media partner. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan publikasi dan penyebaran manfaat dari rangkaian kegiatan kepada masyarakat.

Selama lima hari, para peserta akan mengikuti berbagai sesi seminar dan kajian bersama para ulama dan pemateri. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah Indonesia serta sejumlah tamu dari luar negeri menjadikan Daurah Syar’iyyah ke-25 sebagai salah satu momentum penting bagi STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya dalam menghadirkan forum keilmuan yang berskala nasional sekaligus internasional.
Melalui penyelenggaraan Daurah Syar’iyyah ke-25, STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang belajar, memperkuat silaturahmi, serta membangun sinergi antarlembaga pendidikan dan dakwah Islam, baik di tingkat nasional maupun internasional.


