Sidang Skripsi STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya: Menguji Buah Perjuangan Mahasiswa
Hari ini, STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya kembali menyelenggarakan sidang skripsi sebagai salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswanya. Sidang ini menjadi momentum bersejarah, di mana hasil dari bertahun-tahun proses belajar, penelitian, dan bimbingan ilmiah diuji serta dipertanggungjawabkan secara akademis dalam sidang skripsi ini.
Suasana ruang sidang tampak penuh keseriusan. Mahasiswa peserta sidang hadir dengan persiapan yang matang, mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan para dosen penguji. Setiap paparan bukan sekadar laporan ilmiah, tetapi juga cerminan dari kerja keras, ketekunan, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu.


Mahasiswa peserta sidang tampil percaya diri memaparkan hasil penelitian mereka melalui slide PowerPoint yang ditayangkan di layar proyektor. Setiap kalimat, argumen, hingga penjelasan metodologi disampaikan dengan bahasa Arab, mencerminkan hasil pembelajaran yang telah ditempa selama bertahun-tahun di lingkungan kampus dan asrama.
Tidak hanya mahasiswa, para dosen penguji memberikan pertanyaan, masukan, serta catatan akademik dalam bahasa Arab. catatan, serta masukan yang konstruktif yang diberikan oleh dosen kapada mahasiswa, agar skripsi yang disusun tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi pengembangan ilmu, khususnya dalam bidang pendidikan bahasa arab.

Sidang skripsi ini sekaligus menandai langkah akhir mahasiswa dalam menempuh jenjang S1 sebelum menuju tahap kelulusan. Lebih dari sekadar ujian formal, sidang ini adalah momen yang meneguhkan jati diri mahasiswa sebagai penuntut ilmu yang siap mengamalkan pengetahuan, sekaligus berkontribusi bagi umat dan masyarakat.
STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya berharap, melalui ujian akhir ini, lahir lulusan yang berintegritas, berilmu, dan berakhlak mulia, yang siap mengemban amanah pendidikan dan dakwah serta membangun peradaban dengan ilmu yang mereka dapatkan.
Penulis: Adidya Bramantoro
Redaksi/Editor: Fedya Ainur
Dokumentasi: Muhammad Reza Albani



























