PKKMB STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya Bekali Mahasiswa Baru dengan Ilmu, Karakter, dan Wawasan Kehidupan Kampus
Surabaya — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ali bin Abi Thalib Surabaya menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) selama tiga hari. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi para mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, sistem perkuliahan, program studi, organisasi kemahasiswaan, hingga berbagai pembekalan yang menunjang kehidupan mereka selama menempuh pendidikan di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.
Kegiatan PKKMB tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan fasilitas dan sistem akademik kampus, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keilmuan, adab, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kehidupan akademik dan sosial.

Hari Pertama: Menanamkan Niat dan Mengenal Dunia Akademik
Hari pertama PKKMB diawali dengan sambutan Ketua Senat STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, Ustadz Mubarak Bamualim. Dalam sambutannya, beliau mengajak mahasiswa baru untuk mengenal sejarah singkat berdirinya STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.
Beliau menjelaskan bahwa perjalanan lembaga ini bermula pada tahun 1999, ketika masih menjadi Ma’had Aly Al-Irsyad dengan tiga orang pengajar, yaitu Ustadz Abdurrahman At-Tamimi, Ustadz Salim bin Ali Ghonim, dan Ustadz Mubarak Bamualim.
Selain mengenalkan sejarah lembaga, Ustadz Mubarak menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu. Mahasiswa diingatkan bahwa proses pendidikan yang mereka jalani hendaknya tidak semata-mata untuk memperoleh gelar ataupun pekerjaan, tetapi memiliki tujuan yang lebih tinggi, yakni mengangkat kebodohan dari diri sendiri kemudian mengangkat kebodohan dari orang lain melalui pengajaran dan dakwah.
Beliau juga mengingatkan agar seluruh proses menuntut ilmu senantiasa diarahkan untuk mencari keridaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, seraya mengutip pesan yang terkandung dalam QS. At-Taubah ayat 100. Harapannya, ilmu yang diperoleh selama berada di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya tidak berhenti pada diri mahasiswa, tetapi dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Ketua STAI: Jangan Sia-siakan Masa Muda
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, Ustadz Askar Wardhana Windro Saputro. Beliau mengawali sambutannya dengan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa baru sebagai penuntut ilmu di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.
Dalam pesannya, beliau menggambarkan realitas kehidupan pemuda pada zaman sekarang yang tidak lepas dari berbagai bentuk kelalaian. Banyak anak muda yang menghabiskan masa mudanya untuk bersenang-senang, berfoya-foya, serta melakukan berbagai aktivitas yang kurang memberikan manfaat bagi masa depan mereka.
Namun, menurut beliau, kondisi tersebut hendaknya tidak terjadi pada mahasiswa STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. Para mahasiswa baru diharapkan mampu memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya melalui proses belajar dan pengembangan diri.
Di STAI Ali, mahasiswa akan mendapatkan berbagai metodologi dan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka menyelesaikan pendidikan dan kembali ke tengah masyarakat.
“Jangan sia-siakan masa muda. Gunakan kesempatan menjadi mahasiswa untuk belajar, membangun karakter, dan mempersiapkan diri agar kelak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Mengenal Program Studi PBA dan MPI
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan program studi yang ada di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.
Pengenalan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) disampaikan oleh Ustadz Mustain Syahri. Beliau menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan kurikulum PBA serta materi yang akan dipelajari mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai aspek pembelajaran bahasa Arab, di antaranya metodologi pembelajaran bahasa Arab serta unsur-unsur kebahasaan. Penjelasan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran awal kepada mahasiswa baru mengenai kompetensi yang akan mereka bangun selama perkuliahan.
Selanjutnya, pengenalan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) disampaikan oleh Ustadz Zaki Ulien Nuha, S.Pd., M.Pd.
Dengan suasana yang hangat dan komunikatif, beliau terlebih dahulu menyapa mahasiswa baru dan mengajak mereka berinteraksi. Para mahasiswa diajak memperkenalkan daerah asal serta menceritakan kesan pertama mereka ketika datang ke Surabaya.
Setelah membangun suasana yang akrab, beliau menjelaskan tentang Program Studi MPI, mulai dari bidang yang dipelajari hingga peluang jenjang karier yang dapat ditempuh setelah lulus.
Program Studi MPI membekali mahasiswa dengan kemampuan dalam tata kelola dan manajemen lembaga, khususnya bagaimana membangun pengelolaan lembaga yang lebih tertata, profesional, dan memiliki sistem manajerial yang baik. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu berkontribusi dalam pengelolaan berbagai lembaga secara profesional.
Pengenalan Sistem Akademik dan Administrasi Kampus
Untuk memberikan pemahaman mengenai sistem administrasi selama menjadi mahasiswa, sesi berikutnya diisi dengan pengenalan sistem administrasi kemahasiswaan serta sosialisasi Kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Hasil Studi (KHS).
Materi tersebut disampaikan oleh Ustadz Imam Muslim, S.Pd., selaku Kepala Bagian BAAK. Mahasiswa baru diberikan pemahaman mengenai berbagai prosedur akademik yang akan mereka jalani selama menjadi mahasiswa.
Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai sistem administrasi keuangan yang disampaikan oleh Ustadz Endro Wibowo, S.E., S.Pd., M.H., selaku Kepala Bagian Keuangan.
Pembekalan ini diharapkan membantu mahasiswa baru memahami berbagai prosedur administrasi kampus sehingga dapat menjalani aktivitas perkuliahan dengan lebih tertib dan terarah.
Hari Kedua: Mengenal Kampus dan Kehidupan Kemahasiswaan
Memasuki hari kedua, mahasiswa baru diajak mengenal STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya secara lebih dekat melalui penayangan video profil kampus. Melalui video tersebut, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai sejarah, visi, lingkungan, serta berbagai aktivitas pendidikan yang berlangsung di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Sesi ini memberikan informasi kepada mahasiswa baru mengenai wadah pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, dan pengalaman berorganisasi di lingkungan kampus.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pengenalan mengenai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Mahasiswa diberikan pemahaman bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan nilai akademik, tetapi juga berbagai aktivitas dan kompetensi yang dapat menjadi bagian dari rekam jejak mahasiswa.
Hari kedua juga diisi dengan pembahasan mengenai urgensi penggunaan bahasa di lingkungan kampus. Mahasiswa diarahkan untuk memahami pentingnya penggunaan bahasa yang baik sebagai bagian dari komunikasi akademik dan interaksi sehari-hari di lingkungan perguruan tinggi.
Hari Ketiga: Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, dan Pembinaan Generasi Muda
Pada hari ketiga, PKKMB berlanjut dengan pembekalan yang lebih luas mengenai peran mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Salah satu materi utama adalah Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara yang disampaikan oleh Mayor Infanteri Surya Gunawan dari Koramil Semampir Surabaya.

Dalam materi tersebut, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai makna dan urgensi wawasan kebangsaan, serta nilai-nilai dasar bela negara. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa diingatkan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Materi juga menekankan pentingnya disiplin sebagai karakter utama mahasiswa, sekaligus kepemimpinan, tanggung jawab, dan etika dalam kehidupan kampus.
Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, mahasiswa juga diajak memahami berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda. Perkembangan dunia digital harus diiringi dengan sikap bijak agar tidak menjadi sumber perpecahan.
Karena itu, pembekalan juga menyinggung pentingnya mencegah radikalisme, intoleransi, penyalahgunaan media sosial, serta terus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Pembinaan tentang Pornografi dan Pergaulan Bebas
Selain wawasan kebangsaan, mahasiswa baru juga mendapatkan pembekalan mengenai bahaya pornografi dan pergaulan bebas yang disampaikan oleh dr. Ifnu dari RS PKU Muhammadiyah Surabaya.
Materi ini menjadi bagian penting dalam pembinaan mahasiswa, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan generasi muda di era digital. Mahasiswa diberikan pemahaman agar mampu menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta bersikap bijak dalam menggunakan teknologi dan media digital.
Pembekalan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kehormatan diri, kesehatan, pergaulan, serta masa depan mereka selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
Menjadi Awal Perjalanan Menuntut Ilmu
Rangkaian PKKMB selama tiga hari menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk memasuki kehidupan akademik di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. Berbagai materi yang diberikan tidak hanya memperkenalkan sistem dan lingkungan kampus, tetapi juga memberikan bekal dari sisi keilmuan, adab, manajemen diri, organisasi, kebangsaan, kedisiplinan, hingga tantangan pergaulan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa baru diharapkan mampu menjalani kehidupan perkuliahan dengan niat yang benar, kesungguhan dalam menuntut ilmu, serta kesadaran untuk mengembangkan potensi diri.
Lebih dari sekadar menjadi mahasiswa, mereka diharapkan tumbuh menjadi penuntut ilmu yang berilmu, beradab, profesional, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dengan berakhirnya rangkaian PKKMB, dimulailah perjalanan baru para mahasiswa baru STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya dalam menuntut ilmu dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.



