Mengawali perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya menyelenggarakan agenda pengarahan dan penyampaian nasihat kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi. Momentum ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas akademik sekaligus ruang penguatan nilai, arah, dan tujuan pembelajaran di lingkungan kampus.

Dalam kesempatan tersebut, arahan tidak hanya disampaikan oleh pimpinan struktural, tetapi juga oleh para pendiri STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, yang sejak awal merintis dan mengawal visi keilmuan kampus. Salah satu nasihat utama disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I., yang menekankan pentingnya menjadikan proses perkuliahan sebagai jalan pembentukan karakter dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.

Beliau menasihati mahasiswa agar menata kembali niat menuntut ilmu, menjadikan perkuliahan sebagai ibadah, dan tidak menjalaninya secara setengah-setengah. Kesungguhan, kedisiplinan, serta kejujuran akademik menjadi pesan penting yang ditekankan, agar ilmu yang diperoleh benar-benar membawa keberkahan dan manfaat.

Sementara itu, pimpinan STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya turut menyampaikan arahan teknis dan penguatan akademik menjelang dimulainya perkuliahan. Mahasiswa diminta untuk mempersiapkan diri secara optimal, mengikuti perkuliahan dengan tertib, serta memanfaatkan waktu belajar sebaik mungkin. Disiplin kehadiran, ketepatan waktu, dan kepatuhan terhadap aturan akademik menjadi bagian penting dalam menunjang kelancaran proses pembelajaran.

Mahasiswa juga diarahkan agar aktif mengembangkan potensi diri, baik melalui kegiatan akademik maupun non-akademik, tanpa mengabaikan tanggung jawab utama sebagai penuntut ilmu. Aktivitas kemahasiswaan diharapkan menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan dan penguatan karakter, bukan sekadar pelengkap.

Selain arahan dari para pendiri, nasihat juga disampaikan oleh Syaikh Muhammad Amin, dosen STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya yang merupakan native speaker asal Sudan. Dalam penyampaiannya, Syaikh Muhammad Amin menekankan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu, khususnya dalam mempelajari bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an dan sumber keilmuan Islam. Beliau mengingatkan mahasiswa agar tidak merasa cukup dengan capaian yang ada, namun terus berusaha meningkatkan kemampuan bahasa dan pemahaman keilmuan secara bertahap dan berkelanjutan.

Syaikh Muhammad Amin juga menasihati mahasiswa agar membiasakan diri dengan lingkungan ilmiah yang sehat, mencintai ilmu, serta menjadikan proses belajar sebagai bagian dari pembentukan kepribadian seorang muslim. Menurut beliau, ilmu yang dipelajari dengan kesabaran dan ketekunan akan menjadi bekal berharga dalam dakwah dan pengabdian di tengah masyarakat.

Menutup rangkaian arahan awal perkuliahan, seluruh mahasiswa dan mahasiswi diharapkan dapat menjalani Semester Genap T.A. 2025/2026 dengan semangat baru, komitmen yang kuat, serta kesadaran akan tanggung jawab akademik dan moral. Dengan sinergi antara mahasiswa, dosen, dan para pendiri kampus, STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya optimis dapat terus melahirkan lulusan yang unggul secara keilmuan dan kokoh dalam nilai-nilai keislaman.