Surabaya – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya sukses menyelenggarakan Seminar Nasional 1.0 Prodi MPI dengan tema “From Good to Great Leader: Kepemimpinan Strategis dalam Penguatan Human Capital Pendidikan Islam di Era Disrupsi Global” pada Selasa, 19 Mei 2026 di Quest Hotel Darmo Surabaya.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen Program Studi MPI dalam memperkuat budaya akademik, memperluas wawasan keilmuan, serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan pendidikan Islam yang adaptif terhadap tantangan perkembangan teknologi dan perubahan global. Seminar menghadirkan akademisi dan praktisi yang kompeten di bidang manajemen serta kepemimpinan pendidikan untuk berbagi wawasan dan pengalaman kepada peserta.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, Ustadz Oscar Wardhana Windro Saputro, S.T.P., Lc., M.Pd. Dalam sambutannya beliau menegaskan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia pendidikan Islam melalui kepemimpinan yang strategis, profesional, dan tetap berlandaskan nilai-nilai syariat Islam. Menurut beliau, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang mampu menghadapi tantangan pendidikan modern tanpa kehilangan identitas keislamannya.

Seminar ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari praktisi pendidikan, guru, dosen, mahasiswa, hingga tamu undangan dari berbagai lembaga pendidikan. Berdasarkan data kehadiran, kegiatan ini dihadiri oleh 133 peserta, yang terdiri atas 38 praktisi pendidikan, 34 mahasiswa, 18 tamu undangan, serta 43 peserta yang mengikuti secara daring. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang tersebut menunjukkan tingginya antusiasme terhadap isu kepemimpinan pendidikan Islam dan pengembangan sumber daya manusia di era digital.

Pada sesi akademik, peserta mendapatkan wawasan dari empat narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya masing-masing.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Haris Hermawan, B.A., M.Ed., dosen STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya sekaligus lulusan doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Islam Madinah, KSA. Beliau menjelaskan pentingnya kepemimpinan strategis dalam mengembangkan lembaga pendidikan Islam di tengah perubahan sosial dan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, seorang pemimpin pendidikan harus mampu membaca tantangan zaman, membangun budaya organisasi yang kuat, serta mengelola sumber daya manusia secara efektif agar lembaga pendidikan tetap relevan dan berkembang.

Selanjutnya, Moch. Danu Kurniadi, M.Pd., Dosen sekaligus Kepala Bagian Human Resource Development (HRD) STAI Ali bin Abi Thalib, membahas pentingnya pengembangan human capital dalam lembaga pendidikan Islam. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sistem dan administrasi yang baik, tetapi juga oleh kualitas manusia yang menjalankan sistem tersebut. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi, karakter, dan budaya kerja menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Materi ketiga disampaikan oleh Dr. Syunu Trihantoyo, S.Pd., M.Pd., Koorprodi S2 PSDM Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Beliau mengupas konsep kepemimpinan pendidikan yang visioner dan inovatif, sekaligus menjelaskan bagaimana pemimpin pendidikan perlu memanfaatkan teknologi sebagai sarana peningkatan mutu pendidikan tanpa mengabaikan pembentukan karakter dan nilai moral peserta didik.

Adapun materi penutup disampaikan oleh Dr. Hidayatulloh, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Dalam paparannya, beliau menyoroti strategi penguatan manajemen pendidikan Islam yang berorientasi pada peningkatan mutu lembaga secara berkelanjutan. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya inovasi, pengembangan kurikulum, dan penguatan budaya organisasi untuk menciptakan lembaga pendidikan Islam yang unggul, profesional, dan berdaya saing.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab pada setiap pemaparan materi. Berbagai isu terkait kepemimpinan pendidikan, pengelolaan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, hingga tantangan pengembangan lembaga pendidikan Islam menjadi topik yang banyak dibahas dalam forum ilmiah tersebut.
Selain menjadi sarana transfer pengetahuan, seminar ini juga menjadi wadah untuk memperkuat jejaring akademik antara perguruan tinggi, praktisi pendidikan, guru, mahasiswa, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap kemajuan pendidikan Islam. Melalui forum ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga mendapatkan perspektif praktis yang dapat diterapkan dalam pengelolaan lembaga pendidikan masing-masing.

Keberhasilan penyelenggaraan Seminar Nasional 1.0 Prodi MPI STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Yayasan STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, Yayasan Minhajus Sunnah Surabaya, Allia Tour & Travel, Yamas Lazis, Lorong Fara Disa, GarisLurus Travel, Taqwa Travel Jatim, dan Keluarga Islami yang turut berkontribusi dalam mendukung terselenggaranya seminar nasional tersebut.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu manajemen pendidikan Islam, penguatan budaya akademik, serta pencetakan pemimpin-pemimpin pendidikan yang mampu menghadapi tantangan era digital dan disrupsi global dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.