Surabaya — STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya kembali mencatatkan momentum ilmiah berskala internasional dengan kedatangan tamu istimewa, seorang ulama ternama asal Kuwait, Syekh Dr. Muhammad Hisyam At-Thohiry. Kehadiran beliau dalam rangka mengisi Seminar Internasional Penguatan Aqidah Islam yang diikuti oleh berbagai lembaga dan peserta dari sejumlah daerah di Indonesia, khususnya Jawa Timur, serta dihadiri pula peserta dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dari Kalimantan dan beberapa daerah lain seperti Nusa Tenggara Timur Maupun Nusa Tenggara Barat.

Seminar internasional ini direncanakan berlangsung selama dua hari, dimulai pada Senin sore hingga malam selepas Maghrib, dan dilanjutkan pada Selasa pagi hingga sore hari menjelang maghrib. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Darul Hijrah, Kompleks Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya.

Sambutan Pembukaan: Kebahagiaan dan Harapan Besar akan Ilmu

Rangkaian kegiatan diawali pada Senin malam selepas Salat Maghrib dengan agenda pembukaan resmi seminar. Sambutan pertama disampaikan oleh pendiri STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, Ustadz Mubarak Mu’allim, Lc., M.H.I. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam atas kehadiran Syekh Dr. Muhammad Hisyam At-Thohiry di tengah-tengah civitas akademika STAI Ali dan para peserta dari berbagai lembaga.

Ustadz Mubarak menegaskan bahwa kehadiran masyaikh dari negeri Kuwait tersebut merupakan nikmat besar bagi dunia keilmuan Islam, khususnya dalam penguatan akidah yang lurus. Beliau berharap seminar ini menjadi wasilah bagi seluruh peserta untuk mengambil istifadah, faidah, serta memperdalam pemahaman keislaman secara ilmiah dan bertanggung jawab.

Dalam sambutannya juga dijelaskan bahwa kajian utama dalam seminar ini berfokus pada kitab “Al-Qasidah Al-Lamiyyah fil ‘Aqidah”, karya ulama besar Syekhul Islam Ibnu Taimiyah, atau yang memiliki nama lengkap Syekhul Islam Abul ‘Abbas Taqiyuddin Ahmad bin ‘Abdul Halim Ibnu Taimiyah. Kitab ini dipilih karena kekuatan kandungannya dalam menjelaskan prinsip-prinsip aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah secara ringkas namun mendalam.

Pembukaan seminar berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak menyambut baik agenda ilmiah ini sebagai bekal penting dalam memahami persoalan akidah di tengah tantangan zaman. Seminar internasional ini dijadwalkan berlanjut pada hari berikutnya dengan sesi kajian intensif bersama Syekh Dr. Muhammad Hisyam At-Thohity. Kemudian pada pembukaan ini tidak hanya sambutan namun acara dilanjut dengan sesi pertama seminar internasional hingga pukul 20:30.