Liburan panjang akhirnya berakhir. Dua bulan di rumah terasa begitu cepat, penuh tawa keluarga, canda bersama teman lama, dan waktu istirahat yang jarang bisa dirasakan ketika sibuk kuliah. Namun pagi ini, semua itu berubah menjadi kenangan indah yang terlipat rapi di hati. Matahari Surabaya bersinar hangat ketika langkah ini kembali menapaki jalan menuju kampus STAI Ali bin Abi Thalib. Ada rasa berat meninggalkan kenyamanan rumah, tapi juga ada kerinduan yang sama besarnya untuk kembali menghirup udara ilmu di tempat ini.

Saat memasuki gerbang kampus, suasananya terasa berbeda namun tetap akrab. Wajah-wajah teman yang lama tak berjumpa kini tersenyum hangat, saling bertukar cerita tentang liburan, sambil berjalan menuju kelas. Lorong kampus yang dulu terasa sepi kini kembali hidup dengan suara langkah, sapaan, dan tawa mahasiswa yang penuh semangat. Bahkan aroma kantin dan suara pelan adzan dari masjid terasa menambah suasana yang khas.

Di dalam hati, ada perasaan haru—seakan baru sadar betapa berharganya setiap detik perkuliahan. Liburan memang memberi waktu untuk bernafas lega, tetapi di sinilah medan sesungguhnya: menuntut ilmu dengan sabar, menjaga niat agar tetap lurus, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih bermanfaat. Perasaan malas yang biasanya menyelinap saat bangun pagi terganti dengan tekad baru: “Aku datang bukan sekadar untuk kuliah, tapi untuk menuntut ilmu sebagai bekal hidup dan bekal akhirat.”

Suasana kelas pun terasa lebih hidup. Buku-buku terbuka, catatan baru siap diisi, dan suara dosen mengalun kembali seperti aliran air yang menyejukkan hati. Setiap penjelasan terasa lebih bermakna karena ada kesadaran baru: waktu belajar tidak akan terulang, dan setiap pertemuan adalah kesempatan berharga.

Di perjalanan pulang setelah kuliah pertama itu, langit Surabaya yang cerah seakan ikut menguatkan hati. Ada rasa letih, tetapi letih yang manis—letih yang lahir dari awal perjalanan menuntut ilmu setelah jeda panjang. Di dalam hati, terucap doa: “Ya Allah, berkahilah langkah ini, luruskan niatku, dan jadikan hari-hari di kampus ini sebagai bagian dari jalan menuju ridha-Mu.”

Penulis: Wirawan Fuady (Mahasiswa)

Redaksi/Editor: Fedya Ainur

Dokumentasi: Ja’far Shiddiq

Barakallahu fiikum.
◾◽◾◽◾◽◾◽◾◽
? Follow & Join Akun Official STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya :
? Website : stai-ali.ac.id