Surabaya – Dalam rangka memperkuat kualitas pengembangan kurikulum dan meningkatkan kapasitas tim pengembang kurikulum di lingkungan perguruan tinggi, STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya menyelenggarakan Workshop Penguatan Kapasitas Tim Pengembang Kurikulum dalam Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Sesuai Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) pada Selasa, 22 September 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ulil Hartono, S.E., M.Si., Koordinator Program Studi S2 Manajemen Inovasi Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (UNESA), sebagai pemateri. Kegiatan berlangsung sebagai ruang penguatan pemahaman sekaligus pendalaman teknis bagi tim pengembang kurikulum dalam merancang kurikulum yang tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi memiliki keterkaitan yang jelas antara capaian lulusan, proses pembelajaran, dan hasil yang diharapkan dari mahasiswa.

Pembahasan workshop diawali dengan pemahaman mengenai kedudukan kurikulum dalam sistem pendidikan tinggi serta perkembangan regulasi pendidikan tinggi yang menjadi landasan dalam penyusunannya. Pemahaman terhadap regulasi menjadi bagian penting karena pengembangan kurikulum perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan dari standar nasional dan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.

 

OBE: Mengubah Cara Pandang dalam Menyusun Kurikulum

Setelah membangun pemahaman mengenai landasan regulasi, workshop kemudian memasuki pembahasan mengenai Outcome-Based Education (OBE). Dalam pendekatan OBE, titik awal pengembangan kurikulum tidak semata-mata dimulai dari pertanyaan mengenai mata kuliah apa yang akan diberikan, tetapi dari pertanyaan yang lebih mendasar: kompetensi apa yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan?

Perubahan cara pandang tersebut memiliki konsekuensi terhadap keseluruhan desain kurikulum. Jika pendekatan pembelajaran berangkat dari capaian, maka setiap komponen pendidikan harus memiliki hubungan yang jelas dengan capaian tersebut. Materi pembelajaran, pengalaman belajar mahasiswa, metode pembelajaran, tugas, asesmen, hingga Rencana Pembelajaran Semester (RPS) perlu dirancang agar secara bersama-sama mengarahkan mahasiswa menuju capaian yang telah ditetapkan.

Dari Profil Lulusan Menuju Capaian Pembelajaran

Salah satu bagian penting dalam workshop adalah pembahasan mengenai **profil lulusan** sebagai titik awal dalam pengembangan kurikulum. Profil lulusan memberikan gambaran mengenai peran yang diharapkan dapat dijalankan oleh lulusan setelah menyelesaikan pendidikan. Oleh karena itu, profil lulusan perlu dirumuskan secara jelas, relevan, dan memiliki keterkaitan dengan visi serta karakteristik program studi.

Dari profil lulusan tersebut, pengembangan kurikulum kemudian diarahkan pada perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). CPL menjadi rumusan mengenai kemampuan yang diharapkan dapat dicapai mahasiswa pada akhir masa studi. Karena itu, CPL tidak cukup hanya dirumuskan secara normatif, tetapi perlu diterjemahkan menjadi capaian yang dapat dikembangkan, dilaksanakan, dan dievaluasi melalui proses pendidikan.

Memastikan Setiap Mata Kuliah Memiliki Kontribusi terhadap CPL

Pembahasan selanjutnya diarahkan pada bagaimana CPL diterjemahkan ke dalam struktur kurikulum. Pada tahap ini, tim pengembang kurikulum perlu memastikan bahwa setiap mata kuliah memiliki posisi dan kontribusi yang jelas terhadap pencapaian CPL. Kurikulum kemudian tidak lagi dipandang sebagai kumpulan mata kuliah yang berdiri sendiri. Setiap mata kuliah harus memiliki keterkaitan dengan bahan kajian dan capaian tertentu, sehingga keseluruhan mata kuliah secara bersama-sama membentuk jalan yang sistematis menuju kompetensi lulusan.

Proses tersebut juga membutuhkan pemetaan yang cermat. CPL perlu dipetakan ke dalam mata kuliah, sementara mata kuliah perlu memiliki kontribusi yang terukur terhadap CPL. Dengan demikian, dapat terlihat apakah terdapat CPL yang belum terakomodasi, mata kuliah yang memiliki kontribusi terlalu besar atau terlalu kecil, maupun kemungkinan adanya tumpang tindih materi antar-mata kuliah.

Workshop Pengembangan Kurikulum Program Studi Berbasis Outcome Base Education ( OBE ) bersama Dr. Ulil Hartono, S.E., M.Si.

Memperkuat Kapasitas Tim Pengembang Kurikulum

Bagi STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, workshop ini memiliki arti strategis karena kualitas kurikulum sangat bergantung pada kapasitas sumber daya manusia yang mengembangkannya. Tim pengembang kurikulum tidak hanya dituntut memahami format dan komponen dokumen, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk membaca hubungan antarkomponen kurikulum secara utuh. Melalui kegiatan ini, tim pengembang memperoleh penguatan pemahaman mengenai bagaimana kurikulum dikembangkan secara sistematis, mulai dari landasan regulasi, paradigma OBE, profil lulusan, CPL, struktur kurikulum, pemetaan mata kuliah, CPMK dan Sub-CPMK, hingga implementasinya dalam RPS dan asesmen.

Melalui Workshop Penguatan Kapasitas Tim Pengembang Kurikulum ini, STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya terus mendorong pengembangan budaya akademik dan budaya mutu yang lebih kuat. Pengembangan kurikulum berbasis OBE diharapkan tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi berlanjut pada implementasi pembelajaran, pengukuran ketercapaian CPL, evaluasi, serta tindak lanjut perbaikan secara berkelanjutan.