Surabaya — STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya kembali menyelenggarakan sidang skripsi bagi mahasiswa dan mahasiswi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Arab pada semester genap. Kegiatan akademik ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan mahasiswa sebelum menyelesaikan studi pada jenjang sarjana.

Sidang skripsi tidak sekadar menjadi ruang untuk menguji hasil penelitian yang telah disusun selama masa studi. Di dalamnya terdapat proses akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan para penguji untuk mempertanggungjawabkan gagasan, metode penelitian, serta hasil kajian yang telah mereka kerjakan melalui proses bimbingan dan pembelajaran yang panjang.

   

Bagi mahasiswa, sidang skripsi dijadwalkan berlangsung pada 24 dan 25 Agustus 2026. Pelaksanaan sidang menjadi momentum bagi para peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan tim penguji sekaligus menerima berbagai pertanyaan, koreksi, dan masukan sebagai bagian dari proses penyempurnaan karya ilmiah.

Sementara itu, kabar istimewa datang dari pelaksanaan sidang skripsi mahasiswi. Sidang yang berlangsung pada 19 hingga 21 Agustus 2026 menjadi momentum bersejarah karena diikuti oleh mahasiswi angkatan pertama yang mencapai tahap akhir perjalanan akademiknya. Sebanyak 17 peserta tercantum dalam jadwal sidang mahasiswi yang terbagi dalam beberapa sesi dan ruang pelaksanaan.


Kehadiran angkatan pertama mahasiswi pada tahap sidang skripsi menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. Setelah melewati rangkaian pembelajaran, tugas akademik, penelitian, serta proses penyusunan karya ilmiah, mereka kini sampai pada salah satu tahapan paling menentukan dalam perjalanan pendidikan tinggi.

Dalam pelaksanaannya, setiap mahasiswa diwajibkan mempersiapkan bahan presentasi menggunakan PowerPoint dan membawa perangkat laptop pribadi. Peserta juga diarahkan untuk hadir lebih awal guna mempersiapkan diri dan perangkat presentasi sebelum sidang dimulai. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari kesiapan teknis agar proses persidangan dapat berlangsung dengan tertib dan baik.

Rangkaian sidang dilaksanakan dalam beberapa sesi dengan melibatkan sejumlah dosen sebagai ketua penguji dan anggota tim penguji. Pada jadwal mahasiswi, sidang berlangsung di ruang B-106 dan B-212 dengan pembagian waktu yang telah ditetapkan bagi masing-masing peserta.

Bagi para peserta, hari-hari sidang menjadi ruang untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka pelajari. Setiap pertanyaan yang diajukan, setiap jawaban yang diberikan, serta setiap catatan dari para penguji menjadi bagian dari proses akademik yang membentuk kedewasaan ilmiah seorang mahasiswa.

Lebih dari sekadar tahapan menuju kelulusan, sidang skripsi juga menjadi refleksi dari perjalanan panjang menuntut ilmu. Ada waktu yang telah dilalui, berbagai tantangan yang telah dihadapi, dan kesungguhan yang akhirnya mengantarkan mahasiswa sampai pada ruang sidang.

Khusus bagi mahasiswi angkatan pertama, momentum ini menjadi sebuah penanda penting dalam perjalanan STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. Mereka bukan hanya menyelesaikan sebuah karya ilmiah, tetapi juga menjadi bagian dari catatan awal perjalanan lulusan mahasiswi di lingkungan kampus.

Dari ruang-ruang perkuliahan menuju ruang sidang, perjalanan akademik itu perlahan sampai pada satu titik. Namun, sidang skripsi bukanlah akhir dari perjalanan ilmu. Ia justru menjadi pintu menuju fase berikutnya: mengamalkan ilmu, mengembangkan kemampuan, dan mengambil peran yang lebih luas di tengah masyarakat.

STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya berharap seluruh peserta dapat menjalani proses sidang dengan penuh kesungguhan dan ketenangan. Semoga setiap ilmu yang telah dipelajari menjadi bekal yang bermanfaat, setiap proses yang telah dilalui menjadi pengalaman berharga, dan setiap langkah setelah kelulusan menjadi bagian dari pengabdian yang membawa manfaat bagi agama, masyarakat, dan umat.