Surabaya — Seminar Internasional Akidah yang diselenggarakan oleh STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya bersama Syekh Dr. Muhammad Hisyam At-Thoiry dari Kuwait berlanjut pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan hari kedua ini berlangsung sejak pagi hingga sore hari menjelang maghrib di Masjid Darul Hijrah, Kompleks STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan dan dakwah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan serta wilayah lainnya mengikuti rangkaian kajian dengan penuh perhatian dan semangat. Kajian hari kedua difokuskan pada pendalaman materi akidah, serta keterkaitannya dengan praktik pehamaman yang tersebar dalam kehidupan umat.

Dalam pemaparannya, Syekh Dr. Muhammad Hisham At-Thohiry menjelaskan prinsip-prinsip Aqidah Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, serta pemahaman para ulama salaf. Beliau menekankan pentingnya menjaga kemurnian aqidah ini sebagai fondasi utama dalam beragama, sekaligus mengingatkan bahaya penyimpangan ideologi yang dapat merusak persatuan umat.

Selain pembahasan akidah, Syekh Muhammad Hisyam juga menyinggung beberapa persoalan fiqh yang sering muncul di tengah masyarakat, dengan penjelasan ilmiah dan argumentasi yang kuat. Hal ini memberikan wawasan baru bagi para peserta dalam memahami hubungan antara akidah yang lurus dan praktik ibadah serta muamalah sehari-hari.

Menjelang penutupan, pimpinan STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya Ustadz Oscar Wardhana Windro Saputro, S.T.P., Lc., M.Pd. menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Syekh Dr. Muhammad Hisyam At-Thahiry berbagi ilmu dan pengalaman keilmuan kepada seluruh peserta. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dari pimpinan dan pendiri STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya sebagai bentuk penghormatan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Syekh Dr. Muhammad Hisham At-Thohiry juga menyerahkan hadiah kepada salah satu dosen STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, Syekh Busro, sebagai simbol ukhuwah dan apresiasi ilmiah. Sebelum acara ditutup, Syekh Muhammad Hisham memberikan nasihat tentang urgensi menuntut ilmu syar’i, khususnya dalam menjaga akidah dan ideologi yang benar sesuai dengan risalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan pemahaman salafus shalih, demi persatuan umat Islam dan kekokohan agama.

Seminar internasional ini menjadi salah satu bukti komitmen STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya dalam menghadirkan forum ilmiah berskala global serta memperkuat peran kampus sebagai pusat pengkajian Islam yang berlandaskan akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.