Sore itu, Selasa, 12 Agustus 2025, langit Surabaya tampak cerah seakan ikut menyambut kedatangan tamu mulia dari negeri para pejuang, Palestina. Udara yang hangat berpadu dengan senyum penuh semangat dari civitas akademika STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya yang telah bersiap menyambut lima masyayikh kehormatan.
Mereka adalah:
-
Syaikh Dr. Ali bin Muhammad Abu Haniyah Al Maqdisiy
-
Syaikh Dr. Amjad Imran Ramadhan Salhab
-
Syaikh Nabil Isa An-Na’imi
-
Syaikh Muhammad Jumhur
-
Dr. Ahmad Abu Haniyah, yang kerap mendampingi Syaikh Dr. Ali bin Muhammad Abu Haniyah.

Kedatangan para ulama ini disambut langsung oleh Ketua STAI Ustadz Oscar Wardhana Windro Saputro, S.T.P., Lc., M.Pd. didampingi Senat Ustadz Salim Ali Ghanim, Lc. Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. serta jajaran pimpinan kampus. Kehangatan sore menjelma dalam jabat tangan yang erat, tatapan penuh hormat, dan ungkapan syukur atas kesempatan yang jarang hadir.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi. Di baliknya, terangkai agenda penting: Seminar penyuluhan agama untuk lembaga pendidikan di Jawa Timur dan sekitarnya, serta seminar pendidikan umum untuk masyarakat di Kediri dan Gresik. STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya mendapat amanah menjadi fasilitator, menjembatani ilmu dan hikmah dari para ulama Palestina agar bisa mengalir luas ke tengah masyarakat.
Agenda para masyayikh dimulai dengan Seminar Penyuluhan Agama untuk lembaga pendidikan di Jawa Timur dan sekitarnya yang akan digelar di kampus STAI Ali. Setelah itu, mereka juga menjadi pemateri dalam seminar umum untuk masyarakat luas di beberapa daerah. Di Masjid Jami’ Al Furqon, Gresik, Syaikh Nabil Isa An-Na’imi akan menyampaikan materi bertema “Nikmat Keamanan Negeri”, dengan penerjemah Ustadz Denny Manuputty. Sedangkan di Kediri, Syaikh Dr. Amjad Imran Salhab akan membawakan materi dengan tema serupa, didampingi penerjemah Wakil Ketua I STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, Ustadz Hermawan, Lc., M.Pd.

Seperti senja yang meninggalkan cahaya indah sebelum malam, kehadiran para masyayikh ini meninggalkan pesan bahwa ilmu, ukhuwah, dan semangat perjuangan akan selalu menemukan jalannya—melintasi batas negeri, menyatukan hati, dan menguatkan iman.
Penulis: Adidya Bramantoro
Redaksi/Editor: Fedya Ainur
Dokumentasi: Muhammad Fahreza Albani


