Era Perintisan dan Fondasi Keilmuan (1996 – 2006) — Rekam jejak pengabdian STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya bermula pada bulan Oktober 1996, ditandai dengan berdirinya Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya. Lembaga ini lahir dari visi besar untuk mencetak kader dai dan pendidik yang tidak hanya mumpuni dalam bahasa Arab, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap ilmu-ilmu keislaman (tsaqafah islamiyah) yang bermanhaj salaf.
Pendirian lembaga ini diprakarsai oleh tiga tokoh utama yang sekaligus menjadi dewan pengajar pertama, yaitu Ustadz Abdurrahman At Tamimi, B.A. (Lulusan Universitas Kairo, Mesir), Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., dan Ustadz Salim Ali Ganim, Lc. (keduanya lulusan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi). Di bawah bimbingan mereka, Ma’had Ali menerapkan kurikulum standar internasional yang diadopsi dari Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Arab Saudi, dengan rujukan utama kitab Silsilah Ta’lim al-Lughah al-‘Arabiyyah.
Selama satu dekade pertama, Ma’had Ali Al-Irsyad berhasil membuktikan kualitas akademiknya. Hal ini tercermin dari banyaknya alumni yang diterima untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi bergengsi, baik di luar negeri seperti Universitas Islam Madinah dan King Saud University, maupun di dalam negeri seperti LIPIA Jakarta. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa fondasi bahasa dan ilmu syar’i yang dibangun di lembaga ini memiliki standar kompetensi yang tinggi.


Transformasi Kelembagaan (2007) — Memasuki tahun 2006, tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat akan sarjana muslim yang formal dan profesional semakin mendesak. Pengelola menyadari bahwa kompetensi ilmu agama harus disandingkan dengan legalitas akademik formal agar dakwah dan pendidikan Islam dapat menjangkau ruang lingkup yang lebih luas.
Berangkat dari urgensi tersebut, dilakukanlah langkah strategis untuk menaikkan status lembaga menjadi institusi pendidikan tinggi Strata Satu (S1). Upaya ini berbuah manis dengan terbitnya Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI Nomor: Dj.I/495/2007. Momentum ini menjadi tonggak sejarah baru perubahan nama dari Ma’had Ali Al-Irsyad menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ali bin Abi Thalib Surabaya.
Pengembangan Akademik dan Fasilitas — Sejak resmi beralih status, STAI Ali bin Abi Thalib terus berbenah dan berkembang. Transformasi tidak hanya terjadi pada aspek legalitas, tetapi juga pada infrastruktur dan pengembangan kurikulum. Dari gedung yang sederhana di masa awal, kini kampus telah bertransformasi menjadi lingkungan akademik yang modern dan representatif untuk mendukung kenyamanan proses belajar mengajar.
Penguatan akademik diwujudkan melalui pembukaan program studi yang relevan dengan kebutuhan umat:
-
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA): Sebagai pilar utama untuk melestarikan keunggulan bahasa Al-Qur’an.
-
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI): Sebagai jawaban atas kebutuhan pengelolaan lembaga pendidikan Islam yang profesional, visioner, dan tetap berlandaskan nilai syariat.

Komitmen Ke Depan — Kini, STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya berdiri kokoh sebagai institusi yang memadukan kemurnian nilai Al-Qur’an dan Sunnah dengan profesionalitas manajemen modern. Dengan masa tempuh studi empat tahun, kampus ini berkomitmen untuk terus melahirkan sarjana muslim yang berakhlak mulia, berilmu mendalam, dan siap berkontribusi nyata bagi pembangunan peradaban umat dan bangsa.

