Indikator Kompetensi

Bertolak dari beberapa hal mendasar berikut:

  1. Tujuan STAI yakni menghasilkan tenaga pendidik muslim/sarjana pendidikan Islam yang unggul yakni sarjana pendidikan yang berkepribadian Islam (beriman/bertaqwa dan istiqomah di atasnya serta berakhlaq karimah) dan profesional (memiliki kemampuan berpikir akademis, ahli dalam ilmu Agama dan Bahasa Arab dan ilmu pendidikan dan pembelajaran, serta terampil menerapkan kompetensi keguruan dan sosial secara islami di dalam berkhidmah untuk Islam dan kaum Muslimin, khususnya di bidang pendidikan);
  2. Standar Kompetensi/Target Lulusan, dan
  3. Tujuan Umum STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.

Dapat disimpulkan bahwa terdapat empat 4 aspek yang harus dikembangkan dalam menyusun kurikulum, yakni:

Pertama, aspek kompetensi kepribadian yakni Pribadi Mukmin/Muttaqin.

Kedua, aspek kompetensi berpikir akademis sebagai seorang sarjana.

Ketiga, aspek kompetensi keahlian dalam ilmu Agama dan Bahasa Arab serta Ilmu pendidikan dan pengajaran (pedagogis) beserta penerapannya.

Keempat, aspek kompetensi sosial.

Keempat aspek kompetensi tersebut bisa dijabarkan sebagai indikator kompetensi sebagai berikut:

  1. Aspek kompetensi kepribadian yakni Pribadi Mukmin/Muttaqin.
    Pribadi mukmin/muttaqin, istiqomah, dan berakhlaq mulia hanya dapat diraih oleh mereka yang beragama Islam dengan benar. Mereka akan menjadi Pribadi yang paripurna. Mereka akan senantiasa memancarkan sikap dan perilaku sebagai berikut:

    • Berilmu Agama Islam dengan cukup, sehingga kebodohan hilang.
    • Yaqin dan kuat imannya, sehingga hilang keraguan.
    • Menerima semua syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga jauh dari pembangkangan.
    • Patuh dan tunduk atas syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kelapangan, sehingga tidak meninggalkan/berpaling kepada selain syari’at-Nya.
    • Ikhlas, sehingga hilang kesyirikan.
    • Jujur, sehingga jauh dari kedustaan.
    • Cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga tidak ada unsur kebencian sedikit pun kepada-Nya.
    • Mengakui kerasulan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan meyakininya.
    • Lisan mengikrarkan keyakinan tersebut dan ber-ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
    • Membenarkan segala hal yang dikabarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
    • Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di atas cinta kepada seluruh makhluk.
    • Mendahulukan sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di atas pendapat orang.
    • Mencontoh akhlaq Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam berhubungan dengan Robb-nya,
    • dirinya, dan makhluk lainnya (ikhlas, sabar, tawadhu’, zuhud, afifah, berani, itsar, jujur, dll).
    • Tetap dalam keadaan beriman, sampai kematian menjemputnya.
    • (komitmen dan konsisten/istiqomah).
    • Senantiasa menegakkan Agama di mana pun berada.
    • Menjaga diri dari berbagai penyimpangan agama.
    • Disiplin tinggi/etos kerja unggul.
    • Memiliki semangat juang tinggi, rela berkorban dengan harta maupun jiwa mereka, dan sungguh-sungguh di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  2. Aspek kompetensi berpikir akademis sebagai seorang sarjana.
    Berpikir secara akademis bagi seorang sarjana akan melahirkan sikap dan perilaku berikut:

    • Berpikir positif (al-Tafkir al-Ijabi).
    • Berpikir maju dan berkembang (al-Tafkir al-Taqaddumi wa al-Hadhoriy).
    • Berpikir secara cerdas (al-Tafkir al-Abqoriy).
    • Berpikir kreatif (al-Tafkir al-Ibda’iy).
    • Berpikir produktif (al-Tafkir al-Intajiy)
    • Berpikir secara seni dan keindahan (al-Tafkir al-Fanni wa al-Jamali)
    • Berpikir seimbang (al-Tafkir al-Mutawazin)
    • Berpikir sesuai aturan (al-Tafkir al-Qonuniy)
    • Berpikir tentang kualitas (al-Tafkir al-Nau’iy)
    • Berpikir yang terbaik (al-Tafkir al-Namudzajiy)
    • Berpikir prestasi (al-Tafkir al-Injaaziy)
    • Berpikir sejalan dengan Agama Islam (al-Tafkir al-Mutathobiq).
  3. Aspek kompetensi keahlian dalam ilmu Agama dan Bahasa Arab serta Ilmu pendidikan dan pengajaran (pedagogis) beserta penerapannya.
    Kompetensi ini ditandai dengan:

    • Penguasaan ilmu Agama berdasarkan dalil-dalilnya, baik secara global (untuk jurusan selain Agama Islam), maupun secara rinci (untuk jurusan Agama Islam) bagi tingkat sarjana.
    • Penguasaan Bahasa Arab lisan dan tulisan (aktif) dan bagi jurusan Bahasa Arab hal itu lebih terinci untuk seluruh aspek bahasa bagi tingkat sarjana.
    • Menguasai metodologi pembelajaran (andragogis, pedagogis, dan didaktik metodik)
    • Menguasai model-model disain sistem instruksional, pengelolaan, evaluasi serta strategi pembelajaran mutakhir dan komprehensif.
    • Menguasai strategi dan cara terbaik untuk menjadi guru/ pendidik muslim yang unggul dan teladan bagi siswa.
    • Mampu meluruskan penyimpangan-penyimpangan anak didik dalam koridor Islam dan membawanya kepada kesadaran sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala.
    • Mampu menerapkan seluruh proses pembelajaran.
    • Mampu memberdayakan seluruh sumber belajar yang ada.
    • Mampu menggali potensi anak didik secara optimal.
    • Tampil sebagai pemimpin yang menjadi panutan siswa dan masyarakat.
  4. Aspek kompetensi sosial.
    • Mampu berkomunikasi dengan baik terhadap seluruh civitas akademika dan orang tua murid serta masyarakat.
    • Saling berkasih sayang terhadap sesama manusia dan makhluq lainnya.
    • Berempati terhadap orang lain.
    • Bekerja sama atas dasar kebaikan dan taqwa.
    • Bergaul secara Islami (berdasar syari’at Islam) dan mempertimbangkan adat-istiadat lokal selama tidak bertentangan dengan Islam.
    • Memiliki kemampuan negosiasi yang baik, jujur, dan amanah.